Sebelum kita naik pesawat dan mengudara di langit untuk pertama kalinya, kita beranggapan bahwa langit yang kita lihat dari bawah betapa tingginya. Namun ketika telah mencapai langit tersebut, ternyata itu hanya lapisan awalnya, karena diatasnya masih ada lagi langit. Begitupun juga ketika kita mencoba untuk menggali bumi ini. Ketika kita mencoba menggali tanah, ternyata sedalam apapun itu, dilapisan bawahnya masih ada lagi tanah.
Uraian diatas hanyalah contoh aktivitas yang dapat kita analogikan untuk berintrospeksi diri. Ketika kita merasa telah berada pada tingkat tertinggi dalam berbagai aspek kehidupan, kadang kita lupa diri sehingga lupa untuk bersyukur. Padahal hal tersebut belum apa-apa, sebab masih ada yang jauh lebih di atas daripada kita. Begitupun ketika kita merasa berada pada titik terendah dalam kehidupan kita. Kita terkadang kehilangan kesabaran dan terkadang mencari jalan pintas untuk keluar dari titik tersebut. Padahal jika kita pandai bersyukur, kita pastinya berpikir bahwa masih ada orang-orang yang senasib bahkan titiknya lebih rendah daripada kita.
Untuk itu, syukurilah apa yang kita telah peroleh dan alami selama ini. Janganlah selalu merasa akan kekurangan, karena hal tersebut bisa membawa kita kedalam kesempitan. Namun jangan juga selalu merasa lebih dari apapun, karena dapat menggiring kita dalam kesombongan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar