| BBM naek?? Knp bisa yah?? Subsidinya mau dikurangkan?? atau ada masalah lain?? mmm. mari kita coba hitung2 knp pemerintah rencana menaikkan harga BBM nanti. Datanya menurut asumsi RAPBN-P 2012, dan analisis yg kupake' adalah analisis yg pernah dipakai oleh Kwik Kian Gie | ||||||
| Lifting : | ||||||
| Harga (dalam US$) -nilai yang diusulkan oleh pemerintah-per barrel = 105 | ||||||
| Nilai Tukar : 1 US$ = 10,000 | ||||||
| Data untuk Kalkulasi : | ||||||
| Milik/Hak Indonesia : | ||||||
| Hasil lifting (asumsi RAPBN-P 2012) : 930,000 BOPD (barel oil per day) | ||||||
| berarti dalam setahun = (930,000 x 360 hr = 334,8 juta barrel) | ||||||
| Besaran hasil lifting = 334.8 juta per barrel x 105 x 10,000,- = Rp.351,54 T | ||||||
| Penerimaan Migas Indonesia (RAPBN-P 2012) = US$32,14 miliar = Rp.321,40 T | ||||||
| Jadi, Hak kepemilikan Migas untuk rakyat Indonesia = 91.43% | ||||||
| Maka, sisanya untuk kepemilikan asing = 8.57% | ||||||
| Kebutuhan Migas Lokal (dr sebuah sumber di internet, dan ini | ||||||
| adalah estimasi paling buruknya) 1,2 juta barrel/hari | ||||||
| Jadi, kebutuhan konsumsi Migas (BBM) dalam satu tahun : | ||||||
| 1,2 juta barrel x 360 hr = | 432 | juta barrel | ||||
| Hak milik Lokal (91 % x 334,8 juta barrel) | 304.67 | juta barrel | ||||
| Kekurangan yang akan diimpor | 127.33 | juta barrel | ||||
| Nilainya dalam rupiah (yang diimpor) dgn catatan : | ||||||
| Sy mengambil estimasi terburuk dr kenaikan harga minyak dunia | ||||||
| yakni sebesar US$120 per barrel nya. | ||||||
| (127,33 juta x 120)x Rp.10.000,- | 152.79 | triliyun | ||||
| Penerimaan Migas Indonesia (menurut asumsi RAPBN-P 2012) | 321.40 | triliyun | ||||
| Kelebihan Kas Negara | 168.61 | triliyun | ||||
My Blog
Selasa, 13 Maret 2012
Masih perlukah harga BBM dinaikkan???
Jumat, 05 November 2010
Pesan dari Alam Untuk Bangsaku
Alam seakan sudah tak bersahabat lagi dengan manusia. Alam yang dulu indah dan nyaman bagi manusia, kini berubah menjadi musuh dan maut bagi mereka. Berbagai cobaan dan musibah silih berganti datang menghantam dunia ini, khususnya bangsa kita. Mulai dari banjir, meletusnya gunung merapi, gempa, dan tsunami seakan antri untuk menimpa bangsa ini. Banyak para ahli mengatakan bahwa hal ini terjadi karena letak geografis negara kita yang memang rentan untuk ditimpa bencana alam. Mulai dari pertemuan dua lempeng tektonik terbesar yang berada di bawah permukaan negeri ini. Negara kepulauan terbesar didunia dan rentan di hantam tsunami. Negeri dengan daerah tropis yang ciri-cirinya memiliki curah hujan yang tinggi di musim penghujan sehingga rentan banjir. Dan banyak lagi potensi-potensi lainnya. Makanya, hal inipun dijadikan alasan bagi pemimpin di negeri ini untuk berkilah dari musibah yang menimpa rakyatnya. Ada yang bilang "jangan tinggal di sekitar pesisir pantai kalau tak ingin terkena tsunami, ada juga yang bilang "kalau tak ingin terkena imbas gunung merapi, jangan tinggal di sekitar lereng gunung. Bahkan ada pula yang mengatakan begini "kalau hujan lantas banjir, jangan salahkan saya". Ini terlontar dari pemimpin bangsa, pelayan rakyat, dan atau pengurus rakyat. Tapi, entah kenapa perkataan mereka seakan hanya menambah penderitaan mereka yang terkena musibah. Mereka seakan gak punya hati dan tidak peka akan kondisi yang dihadapi rakyatnya. Belum lagi mereka-mereka yang plesir ke luar negeri di tengah bencana melanda rakyatnya, dengan mengatasnamakan rakyat, dengan mengatasnamakan studi banding demi kemajuan bangsa dan lain-lain yang seakan menambah sakit hati rakyat bangsa ini. Mungkin ada baiknya mereka belajar kepekaan sosial saja yah daripada belajar etika di negeri orang (baca: Yunani). Ironis memang bangsa ini, contoh paling konkret, Gubernur Sumut ke Jerman di saat rakyatnya di Mentawai dan sekitarnya lagi pontang-panting setelah diterpa musibah. Inikah yang namanya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat? Omong Kosong!!!!!!
Letak geografis atau apalah alasan mereka memang bisa dibenarkan dari konteks keilmuan, apalagi bagi rakyat kita yang masih awam jika dijelaskan hal demikian. Namun ketika bencana maupun musibah seakan sudah menjadi santapan harian bangsa ini, apakah alasan tadi masih bisa langsung diterima? tidak!! Tapi, ada yang salah pada negara ini. Cukuplah kita mengkambinghitamkan alam. Alam tidak akan semarah ini jika manusia tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat kerusakan. Keseimbangan ekosistem harus di jaga. Dan disinilah peran manusia dengan akal yang ia punya. Namun sepertinya akal lebih sanggup untuk merusak daripada menjaganya. Di surah Ar Rum ayat 41, Allah menegaskan ”Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
Letak geografis atau apalah alasan mereka memang bisa dibenarkan dari konteks keilmuan, apalagi bagi rakyat kita yang masih awam jika dijelaskan hal demikian. Namun ketika bencana maupun musibah seakan sudah menjadi santapan harian bangsa ini, apakah alasan tadi masih bisa langsung diterima? tidak!! Tapi, ada yang salah pada negara ini. Cukuplah kita mengkambinghitamkan alam. Alam tidak akan semarah ini jika manusia tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat kerusakan. Keseimbangan ekosistem harus di jaga. Dan disinilah peran manusia dengan akal yang ia punya. Namun sepertinya akal lebih sanggup untuk merusak daripada menjaganya. Di surah Ar Rum ayat 41, Allah menegaskan ”Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
Alam seakan memberikan kita pesan melalui bencana yang terjadi Pesan agar manusia mau menjaganya, pesan agar mau merawatnya, dan pesan agar tidak merusaknya. Bahkan juga alam seakan memberi sinyal bahwa perlu ada perubahan total pada bangsa ini. Misalnya perubahan mental maupun moral para pemimpin bangsa ini. Kerusakan yang dipaparkan dalam ayat di atas bukan hanya semata kerusakan yang diakibatkan bencana, tapi juga kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh keserakahan maupun ketidakpekaan manusia khususnya para penguasa negeri ini. keserakahan yang menyebabkan tingkat kemiskinan semakin tinggi, ketidakpekaan yang menyebabkan dalamnya jurang kesenjangan baik di ekonomi, sosial, politik maupun hukum. Ini juga kerusakan-kerusakan yang saat ini terjadi di bumi pertiwi.
Lantas apa reaksi kita untuk membalas pesannya????
Tiada jalan selain kembali ke jalan Allah SWT, Sang Pencipta. Jalan yang Allah berkahi dan ridhoi.
Allah SWT telah memerintahkan kita untuk memiliki akhlak yang baik kepada-Nya, akhlak yang baik kepada sesama manusia, dan akhlak yang baik kepada lingkungan/alam. Ini tertuang dalam hadits baginda Rasulullah SAW yang menyuruh kita untuk menyempurnakan akhlak kita kepada Allah SWT, kepada sesama manusia, dan juga kepada alam semesta.
Semoga bangsa ini pada umumnya, dan para pemimpin kita pada khususnya bisa mereply message yang alam kirimkan kepada negeri ini. Dan Insya Allah, jika ada perbaikan-perbaikan signifikan di negeri ini, laporan yang kita akan terima setelah mereply pesannya adalah delivered....................
Senin, 01 November 2010
Capolista masih milik Biancoceleste

Hingga giornata ke-9, Lazio masih kokoh dipuncak klasemen. Tim asuhan Edy Reja ini telah mengoleksi nilai 22 hasil 7 kali menang, sekali imbang dan sekali kalah. Tren positif tim biru langit ini terus berlanjut setelah tadi malam mampu membungkam Palermo dikandangnya dengan skor 1-0. Ini merupakan pencapaian yang sungguh luar biasa bagi Lazio yang diawal musim tidak diunggulkan meraih scudetto. Dibawah Lazio, bercokol tiga tim langganan scudetto, yakni berturut-turut Inter (18), Milan (17), dan Juventus (15).
Juventus merengsek masuk 4 besar setelah mampu menang dalam partai big match melawan Milan di San Siro dengan skor 2-1. King Alex menjadi pahlawan bagi Nyonya tua setelah mencetak gol penentu kemenangan.
Sementara itu tim sekota Lazio, AS Roma masih terpaku di papan tengah classifica walaupun mampu menang 2-0 atas Lecce. Kini tim ibu kota Roma itu terpaku di posisi kesembilan dengan 12 poin.
Berikut hasil lengkap Giornata ke-9 :
- Genoa 0-1 Inter
- Roma 2-0 Lecce
- Milan 1-2 Juventus
- Palermo 0-1 Lazio
- Bari 0-2 Udinese
- Brescia 0-1 Napoli
- Cagliari 2-0 Bologna
- Catania 0-0 Fiorentina
- Cesena 0-1 Sampdoria
- Parma 0-0 Chievo
Classifica hingga giornata 9
1. Lazio 9 7 1 1 (13-6) 22
2. Inter 9 5 3 1 (11-4) 18
3. Milan 9 5 2 2 (14-8) 17
4. Juventus 9 4 3 2 (18-10) 15
5. Napoli 9 4 3 2 (15-11) 15
6. Chievo 9 4 2 3 (11-8) 14
7. Sampdoria 9 3 5 1 (11-8) 14
8. Udinese 9 4 1 4 (8-10) 13
9. Roma 9 3 3 3 (9-12) 12
10. Palermo 9 3 2 4 (15-13) 11
11. Genoa 9 3 2 4 (8-10) 11
12. Lecce 9 3 2 4 (7-15) 11
13. Cagliari 9 2 4 3 (10-8) 10
14. Catania 9 2 4 3 (7-8) 10
15. Fiorentina 9 2 3 4 (9-10) 9
16. Brescia 9 3 0 6 (8-12) 9
17. Parma 9 1 5 3 (6-8) 8
18. Cesena 9 2 2 5 (6-11) 8
19. Bologna 9 1 5 3 (8-14) 8
20. Bari 9 2 2 5 (7-15) 8
Minggu, 31 Oktober 2010
Bencana negeri ini, musibah atau isyarat ?
Alam yang biasa menjadi sahabat manusia, kini seakan menjadi musuh bagi mereka. Alam yang biasa membuat hati manusia tenang dan bersahaja kini berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan. Pertanda apakah ini?
26 Oktober 2010 menjadi hari pembuktian bahwa alam memang saat ini kurang bersahabat lagi dengan manusia. Dua bencana di dua kota terjadi hampir secara bersamaan. Sebuah gunung di salah satu kecamatan di kota Yogyakarta seakan memberontak dan mengeluarkan kekuatannya sehingga membuat manusia tak berdaya. Di sebelah barat Indonesia lain lagi. Di sana, kepulauan kecil bernama Mentawai diguncang oleh gempa dan kemudian di sapu oleh tsunami. Ratusan korban jiwa pun berjatuhan. Seketika saat itu Indonesia berkabung. Dukungan moril dan materil berdatangan dari berbagai penjuru, tak hanya dari Indonesia tapi juga dari mancanegara.
Kejadian ini mengisyaratkan banyak pihak bahwasanya ada apa dengan angka 26 bagi Indonesia. Memang tak dipungkiri, 26 adalah momok bagi bangsa ini. Secara kebetulan sudah banyak terjadi bencana pada hari yang menunjukkan angka ini.
26 Agustus 1883 silam, Gunung Krakatau memuntahkan isinya dan menewaskan ribuan orang.
26 Desember 2004, Gempa dan Tsunami di Aceh yang menewaskan ratusan ribu orang.
26 Mei 2006, Gempa Jogja, 26 Juni 2010 Gempa Tasik, dan yang terkini, 26 Oktober Tsunami Mentawai feat. Merapi Meletus.
26, 26, dan 26.... Angka yang seakan kurang bersahabat dengan bangsa ini. Marilah kita renungkan bersama, dan kembali kepada Sang Pencipta. Merujuk pada Juz 26 dan ayat 26, Allah SWT berfirman "Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikitpun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah, dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka.(QS.Al Ahqaf : 26).
Lantas ada apa di Surah ke-26 dalam Al Qur'an, disituw Surah Asy Syu'ara' menjelaskan tentang adzab Allah SWT.
Subhanallah..... inilah kuasa Allah yang memang sudah mengetahui akan adanya kejadian ini..
Musibah ini bukan semata-mata karena alam yang sudah rentan, tapi musibah ini bisa menjadi isyarat untuk bangsa ini. Isyarat untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah yang baik. Isyarat untuk tidak ada lagi penindasan bagi rakyat kecil, isyarat untuk tidak ada lagi koruptor yang berkeliaran, dan isyarat untuk kembali ke jalan yang Allah ridhoi.
Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang selalu tak lupa melihat ke belakang untuk terus bisa introspeksi, dan bangsa yang selalu optimis melangkah ke depan demi perbaikan yang lebih baik.
26 Oktober 2010 menjadi hari pembuktian bahwa alam memang saat ini kurang bersahabat lagi dengan manusia. Dua bencana di dua kota terjadi hampir secara bersamaan. Sebuah gunung di salah satu kecamatan di kota Yogyakarta seakan memberontak dan mengeluarkan kekuatannya sehingga membuat manusia tak berdaya. Di sebelah barat Indonesia lain lagi. Di sana, kepulauan kecil bernama Mentawai diguncang oleh gempa dan kemudian di sapu oleh tsunami. Ratusan korban jiwa pun berjatuhan. Seketika saat itu Indonesia berkabung. Dukungan moril dan materil berdatangan dari berbagai penjuru, tak hanya dari Indonesia tapi juga dari mancanegara.
Kejadian ini mengisyaratkan banyak pihak bahwasanya ada apa dengan angka 26 bagi Indonesia. Memang tak dipungkiri, 26 adalah momok bagi bangsa ini. Secara kebetulan sudah banyak terjadi bencana pada hari yang menunjukkan angka ini.
26 Agustus 1883 silam, Gunung Krakatau memuntahkan isinya dan menewaskan ribuan orang.
26 Desember 2004, Gempa dan Tsunami di Aceh yang menewaskan ratusan ribu orang.
26 Mei 2006, Gempa Jogja, 26 Juni 2010 Gempa Tasik, dan yang terkini, 26 Oktober Tsunami Mentawai feat. Merapi Meletus.
26, 26, dan 26.... Angka yang seakan kurang bersahabat dengan bangsa ini. Marilah kita renungkan bersama, dan kembali kepada Sang Pencipta. Merujuk pada Juz 26 dan ayat 26, Allah SWT berfirman "Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikitpun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah, dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka.(QS.Al Ahqaf : 26).
Lantas ada apa di Surah ke-26 dalam Al Qur'an, disituw Surah Asy Syu'ara' menjelaskan tentang adzab Allah SWT.
Subhanallah..... inilah kuasa Allah yang memang sudah mengetahui akan adanya kejadian ini..
Musibah ini bukan semata-mata karena alam yang sudah rentan, tapi musibah ini bisa menjadi isyarat untuk bangsa ini. Isyarat untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah yang baik. Isyarat untuk tidak ada lagi penindasan bagi rakyat kecil, isyarat untuk tidak ada lagi koruptor yang berkeliaran, dan isyarat untuk kembali ke jalan yang Allah ridhoi.
Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang selalu tak lupa melihat ke belakang untuk terus bisa introspeksi, dan bangsa yang selalu optimis melangkah ke depan demi perbaikan yang lebih baik.
Jumat, 29 Oktober 2010
Perihal Berbakti
1.Hadis riwayat Asma ra., ia berkata:
Aku bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, ibuku (seorang musyrik) datang kepadaku mengharap bakti dariku. Apakah aku harus berbakti kepadanya? Rasulullah saw. bersabda: Ya Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 1670
2.Dari Usair bin Amr, ada yang mengatakan bahawa ia adalah bin Jabir - dengan dhammahnya hamzah dan fathahnya sin muhmalah, katanya: "Umar bin Alkhaththab ketika didatangi oleh sepasukan pembantu - dalam peperangan - dari golongan penduduk Yaman, lalu ia bertanya kepada mereka: "Adakah di antaramu semua seorang yang bernama Uwais bin 'Amir?" Akhirnya sampailah Uwais itu ada di mukanya, lalu Umar bertanya: "Adakah anda bernama Uwais." Uwais menjawab: "Ya." Ia bertanya lagi: "Benarkah dari keturunan kabilah Murad dari lingkungan suku Qaran?" Ia menjawab: "Ya." Ia bertanya pula: "Adakah anda mempunyai penyakit supak, kemudian anda sembuh daripadanya, kecuali hanya di suatu tempat sebesar wang dirham?" Ia menjawab: "Ya." Ia bertanya lagi: "Adakah anda mempunyai seorang ibu?" Ia menjawab: "Ya." Umar lalu berkata: "Saya pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Akan datang padamu semua seorang bernama Uwais bin 'Amir beserta sepasukan mujahidin dari ahli Yaman, ia dari keturunan Murad dari Qaran. Ia mempunyai penyakit supak lalu sembuh dari Penyakitnya itu kecuali di suatu tempat sebesar wang dirham. Ia juga mempunyai seorang ibu yang ia amat berbakti padanya. Andaikata orang itu bersumpah akan sesuatu atas nama Allah, pasti Allah akan melaksanakan sumpahnya itu - dengan sebab amat berbaktinya terhadap ibunya itu. Maka jikalau engkau kuasa meminta padanya agar ia memintakan pengampunan - kepada Allah - untukmu, maka lakukanlah itu!" Oleh sebab itu, mohonkanlah pengampunan kepada Allah - untukku. Uwais lalu memohonkan pengampunan untuk Umar. Selanjutnya Umar bertanya lagi: "Ke manakah anda hendak pergi?" Ia menjawab: "Ke Kufah." Umar berkata: "Sukakah anda, sekiranya saya menulis - sepucuk surat - kepada gabenor Kufah - agar anda dapat sambutan dan pertolongan yang diperlukan." Ia menjawab: "Saya lebih senang menjadi golongan manusia yang fakir-miskin."
Setelah tiba tahun mukanya, ada seorang dari golongan bangsawan Kufah berhaji, lalu kebetulan ia menemui Umar, kemudian Umar menanyakan padanya perihal Uwais. Orang itu menjawab: Sewaktu saya tinggalkan, ia dalam keadaan buruk rumahnya lagi sedikit barangnya - maksudnya sangat menderita." Umar lalu berkata: "Saya pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Akan datang padamu semua seorang bernama Uwais bin 'Amir beserta sepasukan mujahidin dari ahli Yaman, ia dari keturunan Murad dari Qaran. Ia mempunyai penyakit supak lalu sembuh dari penyakitnya itu kecuali di suatu tempat sebesar wang dirham. Ia juga mempunyai seorang ibu yang ia amat berbakti padanya. Andaikata orang itu bersumpah akan sesuatu atas nama Allah, pasti Allah akan melaksanakan sumpahnya itu. Maka jikalau engkau kuasa meminta padanya agar ia memintakan pengampunan - kepada Allah untukmu, maka lakukan itu!" Orang bangsawan itu lalu mendatangi Uwais dan berkata: "Mohonkanlah pengampunan - kepada Allah - untukku. Uwais berkata: "Anda masih baru saja waktunya melakukan perjalanan yang baik - yakni ibadat haji, maka sepatutnya memohonkanlah pengampunan untukku." Uwais lalu melanjutkan katanya: "Adakah anda bertemu dengan Umar?" Ia menjawab: "Ya". Uwais lalu memohonkan pengampunan untuknya. Orang-orang banyak lalu mengerti siapa sebenarnya Uwais itu, mereka mendatanginya, kemudian Uwais berangkat - keluar dari Kufah menurut kehendaknya sendiri." (Riwayat Muslim)
Aku bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, ibuku (seorang musyrik) datang kepadaku mengharap bakti dariku. Apakah aku harus berbakti kepadanya? Rasulullah saw. bersabda: Ya Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 1670
2.Dari Usair bin Amr, ada yang mengatakan bahawa ia adalah bin Jabir - dengan dhammahnya hamzah dan fathahnya sin muhmalah, katanya: "Umar bin Alkhaththab ketika didatangi oleh sepasukan pembantu - dalam peperangan - dari golongan penduduk Yaman, lalu ia bertanya kepada mereka: "Adakah di antaramu semua seorang yang bernama Uwais bin 'Amir?" Akhirnya sampailah Uwais itu ada di mukanya, lalu Umar bertanya: "Adakah anda bernama Uwais." Uwais menjawab: "Ya." Ia bertanya lagi: "Benarkah dari keturunan kabilah Murad dari lingkungan suku Qaran?" Ia menjawab: "Ya." Ia bertanya pula: "Adakah anda mempunyai penyakit supak, kemudian anda sembuh daripadanya, kecuali hanya di suatu tempat sebesar wang dirham?" Ia menjawab: "Ya." Ia bertanya lagi: "Adakah anda mempunyai seorang ibu?" Ia menjawab: "Ya." Umar lalu berkata: "Saya pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Akan datang padamu semua seorang bernama Uwais bin 'Amir beserta sepasukan mujahidin dari ahli Yaman, ia dari keturunan Murad dari Qaran. Ia mempunyai penyakit supak lalu sembuh dari Penyakitnya itu kecuali di suatu tempat sebesar wang dirham. Ia juga mempunyai seorang ibu yang ia amat berbakti padanya. Andaikata orang itu bersumpah akan sesuatu atas nama Allah, pasti Allah akan melaksanakan sumpahnya itu - dengan sebab amat berbaktinya terhadap ibunya itu. Maka jikalau engkau kuasa meminta padanya agar ia memintakan pengampunan - kepada Allah - untukmu, maka lakukanlah itu!" Oleh sebab itu, mohonkanlah pengampunan kepada Allah - untukku. Uwais lalu memohonkan pengampunan untuk Umar. Selanjutnya Umar bertanya lagi: "Ke manakah anda hendak pergi?" Ia menjawab: "Ke Kufah." Umar berkata: "Sukakah anda, sekiranya saya menulis - sepucuk surat - kepada gabenor Kufah - agar anda dapat sambutan dan pertolongan yang diperlukan." Ia menjawab: "Saya lebih senang menjadi golongan manusia yang fakir-miskin."
Setelah tiba tahun mukanya, ada seorang dari golongan bangsawan Kufah berhaji, lalu kebetulan ia menemui Umar, kemudian Umar menanyakan padanya perihal Uwais. Orang itu menjawab: Sewaktu saya tinggalkan, ia dalam keadaan buruk rumahnya lagi sedikit barangnya - maksudnya sangat menderita." Umar lalu berkata: "Saya pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Akan datang padamu semua seorang bernama Uwais bin 'Amir beserta sepasukan mujahidin dari ahli Yaman, ia dari keturunan Murad dari Qaran. Ia mempunyai penyakit supak lalu sembuh dari penyakitnya itu kecuali di suatu tempat sebesar wang dirham. Ia juga mempunyai seorang ibu yang ia amat berbakti padanya. Andaikata orang itu bersumpah akan sesuatu atas nama Allah, pasti Allah akan melaksanakan sumpahnya itu. Maka jikalau engkau kuasa meminta padanya agar ia memintakan pengampunan - kepada Allah untukmu, maka lakukan itu!" Orang bangsawan itu lalu mendatangi Uwais dan berkata: "Mohonkanlah pengampunan - kepada Allah - untukku. Uwais berkata: "Anda masih baru saja waktunya melakukan perjalanan yang baik - yakni ibadat haji, maka sepatutnya memohonkanlah pengampunan untukku." Uwais lalu melanjutkan katanya: "Adakah anda bertemu dengan Umar?" Ia menjawab: "Ya". Uwais lalu memohonkan pengampunan untuknya. Orang-orang banyak lalu mengerti siapa sebenarnya Uwais itu, mereka mendatanginya, kemudian Uwais berangkat - keluar dari Kufah menurut kehendaknya sendiri." (Riwayat Muslim)
Kamis, 28 Oktober 2010
Tampil grogi, PSM menang susah payah
Dalam lanjutan Indonesia Super League 2010-2011 kemarin malam di Stadion A. Matalatta, Makassar, tersaji duel sengit antara PSM Makassar menjamu tamunya Persisam Putra Samarinda. Duel yang disaksikan langsung oleh Walikota Kota Makassar dan Kapolda Sulawesi Selatan serta puluhan ribu The Macz Man ini berakhir dengan keunggulan PSM 2-1.
Persisam sebenarnya sempat unggul 0-1 di paruh pertama tepatnya menit 26' lewat gol dari Julio Lopez yang juga pernah bermain di PSM dua musim lalu. Namun di babak kedua PSM berhasil membalikkan keadaan dan berhasil menang 2-1 berkat dua gol yang masing-masing diciptakan oleh Djayusman Triasdi menit 64' dan Marwan Sayyedeh menit 87'.
Hasil ini sementara menempatkan PSM di posisi kedua dengan nilai 12 dari hasil 5 kali pertandingan dan terpaut 4 poin dari Persipura Jayapura di puncak klasemen.
Semoga konsistensi anak asuhan tim Robert Albert ini bisa berlanjut di partai-partai berikutnya... Ewako PSM!!!
Persisam sebenarnya sempat unggul 0-1 di paruh pertama tepatnya menit 26' lewat gol dari Julio Lopez yang juga pernah bermain di PSM dua musim lalu. Namun di babak kedua PSM berhasil membalikkan keadaan dan berhasil menang 2-1 berkat dua gol yang masing-masing diciptakan oleh Djayusman Triasdi menit 64' dan Marwan Sayyedeh menit 87'.
Hasil ini sementara menempatkan PSM di posisi kedua dengan nilai 12 dari hasil 5 kali pertandingan dan terpaut 4 poin dari Persipura Jayapura di puncak klasemen.
Semoga konsistensi anak asuhan tim Robert Albert ini bisa berlanjut di partai-partai berikutnya... Ewako PSM!!!
Rabu, 27 Oktober 2010
Membaca basmalah sebelum makan dan menggunakan tangan kanan untuk makan
[Bukhari 5376] Diriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah ra: Ketika saya masih kanak-kanak, saya diasuh oleh Rasulullah Saw. Suatu ketika tangan saya menjamah semua hidangan yang ada, lalu Rasulullah Saw bersabda kepada saya, "Wahai si anak, ucapkan Basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu". Kata Umar: Semenjak itu saya selalu makan sesuai dengan anjuran Rasulullah Saw.
Langganan:
Komentar (Atom)
